Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Rapat Koordinasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Persiapan Musim Tanam Tahun 2023/2024

Kebumen-Bertempat di Hotel Grand Kolopaking Kebumen dilaksanakan Rapat Koordinasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Persiapan Musim Tanam 2023/2024.Hadir Kepala Distapang Kebumen, Disperindagkop UMKM, Polres Kebumen, Kejaksanaan Negeri Kebumen, PT. Pupuk Indonesia, BRI Cab. Kebumen,Distributor, Koordinator PPL BPP se Kab. Kebumen. 

Agroeduwisata Desa Kedungweru Sebagai Tempat Belajar Pertanian

  Kedungweru - Siswa-siswi TK Aisyah Desa Jatijajar Kecamatan Ayah belajar pertanian di Agroeduwisata Desa Kedungweru Sabtu, 14 Oktober 2023. Mereka belajar terkait media tanam dan cara menanam tanaman. Agroeduwisata Desa Kedungweru merupakan kawasan yang terdapat kebun Kelengkeng, Demplot P2L KWT Sumber Rejeki, embung, tempat pembuatan pupuk organik KEP Sumber Barokah, peternakan kambing, saung ndeso, dan kolam renang. Yuk kunjungi Agroeduwisata Desa Kedungweru sembari wisata bisa juga belajar pertanian, makan dan renang. 

Bermimpi Mempunyai Brand Beras yang bisa dibanggakan, KEP Manunggal Karso memproduksi “Beras Pulen Petani Gunung”

Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan kelompok bisnis ditingkat desa yang diinisiasi Gapoktan Manunggal Karso Desa Wonokromo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Setelah mengikuti pelatihan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Alian pada tahun 2022 sekumpulan orang yang tergabung dalam KEP Manunggal Karso benar-benar mulai melangkah setapak demi setapak untuk mewujudkan mimpinya selama pelatihan yaitu memunculkan beras kebanggaan Desa Wonokromo yang diberi nama Beras Pulen Petani Gunung. Desa Wonokromo sendiri memiliki topografi wilayah yang berbukit-bukit cenderung pegunungan, dengan model sawah sebagian berbentuk terasering. Sistem pengairan sawah di Desa Wonokromo masih mengandalkan air hujan dan sungai-sungau disekitar persawahan. Meskipun memliki potensi alam tanpa irigasi teknis Beras Pulen Petani Gunung berusaha melangkah untuk mewujudkan mimpinya sebagai beras kebanggaan warga dengan mengumpulkan hasil panen padi anggota-anggota kelompok tani di Desa Won

KEP SUMBER BAROKAH DESA KEDUNGWERU KECAMATAN AYAH MENYULAP KOTORAN TERNAK MENJADI PUPUK ORGANIK

  Kebumen - Keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia salah satunya dicirikan dalam penerapan teknologi pertanian di tingkat petani. Namun saat sekarang, kapasitas petani di bidang pertanian dalam penerapan teknologi masih perlu ditingkatkan. Apalagi dengan adanya dampak perubahan iklim yang saat ini semakin meningkat, dicirikan dengan meningkatnya suhu udara, naiknya permukaan air laut dan perubahan pola musim hujan dan kemarau yang semakin tidak menentu yang dapat mempengaruhi kegiatan budidaya tanaman sehingga menyebabkan penurunan produktivitas, produksi dan mutu hasil pertanian. Hal ini dapat berpengaruh dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Sumber Barokah Desa Kedungweru Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen berdiri pada tahun 2022 dengan anggota sebanyak 25 orang. Mengingat berlimpahnya limbah ternak berupa kotoran ternak sapi dan kambing di Desa Kedungweru yang belum dimanfaatkan secara optimal, maka KEP Sumber Barokah berinisiati

AGRI PARK SMART FARMING ROWOKELE SEBAGAI TEMPAT PELATIHAN/PERCONTOHAN PENERAPAN TEKNOLOGI CSA

KEBUMEN – Agri Park Smart Farming terletak di Kompleks Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen dijadikan sebagai tempat percontohan penerapan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA). Adapun tanaman yang ada di tanam di Agri Park yaitu Melon Hidroponik, Bawang Merah, Kedelai,Cabai, Tomat, Padi Sawah Rendah Emisi Gas Rumah Kaca dengan penerapan sistem tanam jajar legowo, pengairan basah kering penggunaan AWD serta ada kolam ikan di sampingnya. Pupuk yang digunakan menggunakan pupuk organik dan penggunaan pestisida nabati di lahan percontohan. Selain itu juga ditanami tanaman refugia yang berfungsi untuk mengundang dan menyediakan musuh alami seperti predator atau parasitoid sebagai mikrohabitatnya dengan harapan bisa mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara alami. Penerapan teknologi sederhana sampai modern diterapkan di lokasi Agri Park ini, dengan memanfaatkan sumur tua sebagai sumber irigasi utama untuk mengairi semua tanaman yang ada di lahan. Penggunaan AWD sebagai